Membuat teks anekdot



Nasehat Ayah
Pada Hari Minggu, Aldi sedang asik membaca buku di ruang tamu. Karena ini hari libur Aldi memutuskan untuk berlibur saja di rumah. Di rumah Aldi hanya bersama dengan Ayah. Suasana di rumah sangat sepi. Ayah pun mengajak Aldi mengobrol berdua.

“tumben kamu nggak main, Nak?” Tanya Ayah. Aldi tidak menjawab pertanyaan Ayah karena sedang asik membaca buku. “buku apa itu? Asik ya sampai nggak jawab pertanyaan Ayah”  kata ayah sedikit marah karena dicuekin. “oh maaf Yah ini lagi baca novel kok” jawab Aldi. “ya sudah” balas Ayah.

“Anak Ayah ketinggalan jaman ya, sekarang kan sudah ada internet juga masih juga kamu baca buku nak. Kamu itu harus banyak menambah pengalamanmu di luar agar wawasanmu luas”  Nasehat Ayah. “memang kenapa harus menambah pengalaman yah kan guru juga mengajari banyak hal di sekolah” sahut Aldi. “karena sekarang belajar nggak harus sama guru, kita bisa belajar dari internet, pengalaman, maupun teman. Jadi banyak – banyaklah main sana” nasehat Ayah lagi. “jadi begitu yaa” jawab Aldi sedikit bingung.

 
Aldi masih sibuk membaca buku novel tadi. Ayah heran mengapa anaknya masih saja membaca buku. Ayah juga merasa sedikit jengkel karena nasehatnya tadi tidak digubris. “main sana sama teman – temanmu agar menambah pengalamanmu juga menambah wawasanmu” perintah Ayah. “memangnya kenapa yah?” Tanya Aldi. “karena pengalaman adalah guru terbaik yang nggak pernah kasih PR kan. Tanpa belajarpun kamu sudah dapat wawasan dari pengalaman itu. Hehe” Nasehat Ayah. Aldi terdiam lalu tertawa dan langsung bergegas main.

Komentar